Fitur Kami

Fitur Kami

Komunitas MBG Pertama

Komunitas MBG hadir sebagai wadah kolaborasi bagi pelaku industri kreatif dan masyarakat untuk saling berbagi wawasan, pengalaman, serta peluang pengembangan diri. Melalui berbagai program edukasi dan pelatihan, kami berkomitmen membangun ekosistem kreatif yang mandiri dan berdaya saing di era digital.

logo

Forum & Diskusi

Fitur Forum & Diskusi MBG menjadi ruang interaktif bagi anggota komunitas untuk bertukar ide, berbagi pengalaman, dan membahas berbagai topik seputar industri kreatif, kewirausahaan, serta pengembangan diri. Melalui platform ini, setiap anggota dapat berpartisipasi dalam diskusi terbuka, mengajukan pertanyaan, memberikan solusi, dan membangun jejaring profesional. Forum ini juga berfungsi sebagai pusat kolaborasi untuk merancang proyek bersama, berbagi informasi terbaru, serta memperkuat solidaritas komunitas MBG dalam menghadapi tantangan di era digital.

logo

Pelatihan & Edukasi

Program Pelatihan & Edukasi MBG dirancang untuk meningkatkan kompetensi dan kreativitas anggota komunitas melalui pembelajaran yang terarah dan aplikatif. Setiap modul disusun oleh praktisi berpengalaman agar peserta mampu menguasai keterampilan baru dan memahami tren industri.

logo

Program Sponsorship

Melalui program sponsorship MBG, donatur dapat mendukung pelatihan, pelaksanaan event, serta proyek kreatif lainnya. Setiap kontribusi akan digunakan secara transparan dan dipantau untuk memastikan dampak positif bagi komunitas.

logo

Kelas Kami

Peserta Pelatihan

1

Mentor

1

Modul Pembelajaran

1

Komunitas Aktif

2

Berita Untuk Anda

Gambar Card

Yudi Andrea Jabat Sekda Banjar

Mentor: Administrator

MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar akhirnya memiliki sekretaris daerah (Sekda) definitif. Setelah melewati proses seleksi panjang, Yudi Andrea resmi menduduki jabatan tersebut. Pria yang sebelumnya menjabat Kepala Satpol-PP Banjar ini dilantik Bupati Banjar, Saidi Mansyur di Aula Wisma Sultan Sulaiman BKPSDM Banjar, Selasa (25/11). Bupati Saidi menegaskan bahwa jabatan Sekda merupakan posisi strategis yang mengoordinasikan seluruh perangkat daerah. Ia meminta Sekda baru mampu memperkuat koordinasi dan memastikan jalannya pemerintahan berjalan lebih rapi, cepat, dan efektif. “Tugas Sekda semakin beragam. Sesuai kewenangannya, Sekda harus mampu berkoordinasi dengan baik sehingga roda pemerintahan berjalan sesuai kesepakatan bersama,” tegas Saidi di sela pelantikan. Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, mulai dari internal pemerintahan, Forkopimda, instansi vertikal, hingga pihak eksternal lainnya. “Kami berharap pejabat Sekda yang baru dapat mempercepat program pembangunan Banjar yang maju, mandiri, dan agamis (MANIS),” lugasnya. Sementara itu, Yudi Andrea mengucapkan syukur atas amanah baru yang diberikan kepadanya. Ia berkomitmen memperkuat koordinasi lintas SKPD, legislatif, stakeholder, hingga unsur Forkopimda. “Ke depan, kami akan mensinergikan dan memperkuat koordinasi dengan seluruh SKPD dan stakeholder. Karena tugas utama Sekda adalah menyinergikan program dan memaksimalkan komunikasi antar instansi,” katanya. Yudi juga memastikan hubungan kerja antara pemerintah daerah dan media tetap terjaga sebagai bagian dari transparansi publik. Ia menyampaikan bahwa langkah awal yang akan dilakukan adalah membenahi koordinasi sektoral dan menjaga stabilitas kinerja pemerintahan. “Insyaallah kita sinergikan semua. Mari bersama membangun Kabupaten Banjar yang maju, mandiri, dan agamis,” tegas Yudi.

Lihat
Gambar Card

Perkuat Bank Kalsel untuk UMKM Banua

Mentor: Administrator

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya memperkuat stabilitas keuangan daerah melalui penambahan penyertaan modal kepada Bank Kalsel. Hal tersebut mengemuka pada Rapat Paripurna DPRD Kalsel yang dihadiri Gubernur Kalsel H. Muhidin bersama Wakil Gubernur Kalsel H. Hasnuryadi Sulaiman di Ruang H. Mansyah Addrian, Gedung DPRD Provinsi Kalsel di Banjarmasin, Selasa (25/11) siang. Gubernur Kalsel, H. Muhidin didampingi Wagub Kalsel, H. Hasnuryadi Sulaiman bersama Ketua DPRD Kalsel, H. Supian HK melakukan penandatanganan pengambilan keputusan Raperda tentang Penambahan Penyertaan Modal Pemprov Kalsel kepada Bank Kalsel. Dihadiri sebanyak 39 orang yang dipimpin oleh Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Dr. (H.C.) H. Supian HK, beserta Wakil Ketua DPRD Kalsel, H. Muhammad Alpiya Rakhman H. Kartoyo, rapat paripurna salah satunya dengan agenda “Pengambilan Keputusan DPRD Kalsel Dalam Rangka Persetujuan Bersama Terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tentang Penambahan Penyertaan Modal Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Kepada Perseroan Terbatas Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan”. Pada agenda penambahan modal tersebut disetujui skema pembiayaan modal bertahap sebesar Rp400 miliar mulai tahun anggaran 2024 hingga 2027. Pemprov Kalsel menilai, penambahan modal kepada Bank Kalsel ini diperlukan agar mampu memperkuat stabilitas keuangan daerah dan mempeluas akses pembiayaan produktif, khususnya kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Wagub Hasnuryadi Sulaiman menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota DPRD Kalimantan Selatan, khususnya kepada panitia khusus yang telah memberikan saran serta masukan yang sangat berharga bagi penyempurnaan Raperda tersebut. Wagub juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD yang telah menuntaskan pembahasan pada agenda rapat tersebut. Ia menjelaskan bahwa tujuan penambahan penyertaan modal ini untuk mendorong peningkatan pemberdayaan UMKM di Kalimantan Selatan. Pemprov Kalsel akan melakukan analisis investasi agar penyertaan modal ini bisa mendukung program pemberdayaan dan peningkatan akses pembiayaan UMKM sebagai bagian dari strategi memperkuat sektor ekonomi kerakyatan. Disampaikannya, penambahan modal ini akan direalisasikan secara bertahap melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalsel. Pada Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp200 miliar, kemudian 2027 sebesar Rp200 miliar. Diharapkan upaya ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, menekan angka kemiskinan dan pengangguran, serta memperluas kesempatan usaha bagi masyarakat.

Lihat
Gambar Card

Raih Juara III Kalsel Innovation Award 2025

Mentor: Administrator

MARTAPURA – Kreativitas warga Kabupaten Banjar kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat provinsi. Inovasi “Lock Deck”, alat penderak serbaguna buatan warga Desa Kahelaan, Kecamatan Sungai Pinang, sukses meraih Juara III pada ajang Kalsel Innovation Award 2025 kategori masyarakat. Penghargaan diserahkan oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, melalui Kepala BRIDA Kalsel, Thaufik Hidayat, pada acara penganugerahan di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Kamis (20/11). Inovasi dari Kebutuhan Lapangan Lock Deck muncul dari kebutuhan masyarakat di medan lapangan. Alat ini diciptakan sebagai solusi penderak kendaraan, terutama mobil dan truk yang kerap terjebak di jalan berlumpur dan sulit ditarik menggunakan alat konvensional. Posyantek Karya Mandiri Kahelaan merespons persoalan itu dengan menghadirkan alat yang lebih praktis, aman, dan mudah digunakan dalam kondisi darurat. Inovasi ini tidak hanya mendapat tempat di kategori masyarakat; bahkan beberapa inovasi dari kelompok ASN juga hadir dalam ajang tersebut. Mendapat Apresiasi Pemerintah Kabid Penelitian, Pengembangan dan Inovasi (PPI) Bappedalitbang Banjar, Nuri Ansyari, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian ini. Ia menyebut keberhasilan ini menjadi bukti bahwa ekosistem inovasi di Kabupaten Banjar semakin hidup. “Prestasi ini lahir dari kerja keras dan kolaborasi. Kreativitas masyarakat dan ASN berkembang, dan ini menjadi modal penting untuk menghadirkan solusi nyata di tengah masyarakat,” ujarnya. Kasubbid Inovasi Daerah, Norsyahinta, juga memberikan apresiasi. Ia menegaskan bahwa inovasi bukan hanya ajang kompetisi, tetapi ide-ide yang menjawab kebutuhan warga. Memperkuat Komitmen Pemerintah Daerah Prestasi ini menguatkan komitmen Pemerintah Kabupaten Banjar dalam mendorong budaya inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. “Kami berharap capaian ini menjadi pemicu lahirnya lebih banyak inovasi dari desa maupun perangkat daerah lainnya,” tutup Kepala Bidang Penelitian.

Lihat
Gambar Card

BGN Tutup Tiga Dapur MBG di Kalsel

Mentor: Administrator

BANJARBARU – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menutup sementara tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Selatan. Penutupan dilakukan setelah terjadi insiden yang menyebabkan sejumlah penerima manfaat harus mendapatkan perawatan kesehatan. Koordinator Wilayah MBG Provinsi Kalsel, Siti Fatimah, menyebutkan bahwa dapur yang ditutup masing-masing berada di Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, dan Kota Banjarmasin. “Dua dapur menyebabkan penerima manfaat harus dibawa ke fasilitas kesehatan. Sementara di Banjarbaru, meski tidak ada korban, insiden tetap membuat operasional dihentikan,” ujarnya. Keselamatan dan Kesehatan Anak Nomor Satu Fatimah menegaskan bahwa setiap dapur MBG yang mengalami insiden wajib dihentikan operasionalnya pada hari yang sama. Penutupan berlangsung hingga seluruh persyaratan standar kelayakan dipenuhi. Adapun dokumen yang wajib dilengkapi meliputi: 1. Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS) 2. Sertifikat halal 3. Sertifikat kompetensi juru masak Setelah berkas lengkap, pengajuan diteruskan ke pimpinan BGN pusat untuk mendapatkan surat pernyataan boleh beroperasi kembali. “Kalau semuanya sudah lengkap, kami ajukan ke pimpinan. Pimpinan yang akan mengeluarkan surat pernyataan dapur boleh kembali beroperasional,” jelas Fatimah. Data BGN menyebutkan bahwa dari 177 dapur MBG di Kalsel, baru 40 dapur yang memiliki SK Kepala SPPG. Namun, hanya sedikit yang sudah mengantongi sertifikat halal. Proses penerbitan SLHS memakan waktu karena harus memenuhi syarat teknis seperti Instalasi Kesehatan Lingkungan (IKL). Sebagian dapur belum melengkapi dokumen karena SK baru diterbitkan. Fatimah menyebutkan penutupan ini bagian dari pengawasan ketat demi memastikan keamanan pangan program MBG. “Kami ingin menjamin makanan yang dikonsumsi anak-anak benar-benar aman dan layak,” tegas Fatimah. Dukungan dari Masyarakat Keputusan BGN menutup SPPG mendapat dukungan warga. Sukma Setiawan (35), orang tua murid kelas 1 SD yang menerima manfaat MBG, mengaku lega. “Saya sangat mendukung keputusan BGN. Keselamatan dan kesehatan anak kami nomor satu,” ujarnya. Sukma mengaku sempat khawatir setelah mendengar ada penerima manfaat yang dirawat di fasilitas kesehatan. Ia menilai penutupan ini penting sebagai momentum meningkatkan standar higienitas dan mempercepat pengurusan sertifikasi. “Makanan untuk anak kecil tidak boleh main-main. Mereka harus dilindungi,” katanya. Ia juga menilai bahwa MBG merupakan program baik untuk mendukung pemenuhan gizi anak sekolah. Namun, keamanan pangan harus menjadi prioritas utama. “Program ini sangat baik, tapi pengawasan harus ketat. Orang tua seperti saya jadi lebih tenang kalau tahu bahwa pemerintah benar-benar menjaga kualitas makanan yang diberikan,” tambahnya.

Lihat
Gambar Card

Raih 10 Besar Nasional Lomba Menu Kudapan

Mentor: Administrator

KANDANGAN – Pada peringatan Hari Ikan Nasional (Harkannas) 2025, Tim Penggerak PKK Kabupaten HSS tampil memukau dan berhasil menembus 10 Besar Menu Kudapan Terbaik Nasional melalui kreasi yang unik sekaligus bernilai tinggi, yaitu Lapis Legit Nila Ikur Ikur. Tahun ini, HSS dipercaya mewakili Provinsi Kalimantan Selatan dalam Lomba Menu Kudapan Tingkat Nasional yang digelar di Gedung Mina Bahari III Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Jumat (21/11/2025). Dengan mengangkat tema “Protein Ikan untuk Generasi Emas 2045”, ajang ini menjadi wadah promosi daerah melalui olahan ikan. Ketua TP PKK Hj. Mustaidah Syafruddin Noor memimpin langsung tim lomba yang tampil penuh percaya diri. Kreasi Lapis Legit Nila Ikur Ikur menjadi sorotan. Kudapan ini memadukan kekayaan rasa lapis legit tradisional dengan bahan baku ikan yang kaya protein, diolah secara higienis hingga menghasilkan sajian yang lezat, sehat, dan bernilai ekonomi tinggi. Penggunaan cita rasa lokal dengan sentuhan modern membuat penampilan HSS masuk 10 besar nasional. Hj. Mustaidah mengatakan bahwa inovasi kudapan ini membuktikan bahwa kuliner berbahan ikan dapat menjadi pilihan menarik, bergizi, serta bernilai jual tinggi. Ia berharap prestasi ini memotivasi TP PKK HSS ke tingkat lebih tinggi di masa mendatang. “Menu ini bukan hanya lezat dan sehat, tetapi juga memiliki nilai jual,” ujarnya. Partisipasi TP PKK HSS di ajang Harkannas 2025 juga menjadi promosi kuliner daerah. Kudapan berbahan ikan yang biasanya dianggap kurang populer kini tampil elegan di panggung nasional, membawa pesan bahwa pangan lokal bisa naik kelas bila diolah dengan sentuhan kreatif.

Lihat

Peta Distribusi MBG

Legenda

SMA
SMP
SD

Data

SMA : 0
SMP : 1
SD : 0